Sarahyudi

Seorang ibu rumah tangga yang berkeinginan untuk bisa menulis. Tak ragu dan malu untuk belajar pada siapapun. Berusaha terus menulis menulis dan menulis. Ibu da...

Selengkapnya

Dengar Lihat Rasa

Hari ini saya kedatangan tamu yang cukup istimewa. Tak hanya orangnya yang istimewa. Tapi topik pembicaraan yang disampaikan itulah yang cukup istimewa bagi saya.

Tamu itu tidak asing di rumah kami. Dia sering datang dan bertamu. Namun kali ini topik pembicaraan sangat menarik perhatian saya. Tamu ini merupakan orang yang saya kenal sejak kecil. Namun kami hanya sekedar say hallo dan senyum apabila berjumpa.

Baru 2 tahun terakhir dia berani ke kediaman kami. Dan hari ini dia mengungkapkan alasannya yang tidak pernah bertamu ke rumah kami.

"Dulu. Saya tidak berani bertemu langsung sama sampean. Karena kata orang sampean itu galak dan terlalu agamis" kata terakhirnya membuat saya mengernyitkan dahi. Tapi coba saya redam dengan hanya menghela napas. "Cara berpakaian sampean juga membuat saya segan untuk mendekat. Karena di kampung kita sangat jarang orang berpakaian seperti sampean" lanjutnya.

Saya tak kuasa lagi untuk segera memberi jawaban untuk apa yang disampaikan. Namun saya terus berusaha untuk menghela napas lebih panjang.

"Namun ternyata saya salah. Saya telah mempercayai apa yang saya dengar dan lihat" katanya lagi. "Setelah 2 tahun terakhir ini saya dekat dan merasakan hari-hari bersama keluarga sampean. Apa yang saya dengar dan lihat itu sungguh tidak berlaku. Jadi pada intinya saya ingin minta maaf. Karena telah berprasangka pada sampean." Ungkapnya dengan wajah penuh penyesalan.

Saya tersenyum sambil menepuk punggungnya.

Saya galak?. Ah. Mana mungkin. Lha wong tiap pagi dan siang hingga sore saya berkumpul dan belajar sama anak-anak sekampung.

Saya agamis? Apa salah? Cara berpakaian saya yang setiap hari menggunakan baju panjang dan tebal serta longgar. Bukan karna saya ingin terlihat beda. Tapi karena saya menjalankan perintah Tuhan. Dan yang paling penting saya merasa nyaman dengan pakaian ini.

Jadi. Saya menghimbau dan mengingatkan diri saya sendiri serta anda.

Jangan menilai atau berprasangka pada seseorang hanya dari apa yang didengar dan dilihat. Tapi rasakan juga. Karena hati dan perasaan tak bisa didustakan.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Assalamualaikum...,apa kabar urang banjar...? Ntahlah kenapa orang masih saja menilai hanya dengan melihat dan mendengar tetapi tidak merasakan. Jazakillah khoir untuk pencerahannya...bunda. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah.

27 Apr
Balas

Wa alaikumsalam. Alhamdulillah baik dan sehat semua bu. Itu salah satu nafsu manusia yang kalau tidak dikendalikan dengan baik akan menjadikan fitnah merajalela. Semoga kita mampu lebih bijak menghadapi keadaan yg bagaimanapun. Aamiin...

28 Apr

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali