Sarahyudi

Seorang ibu rumah tangga yang berkeinginan untuk bisa menulis. Tak ragu dan malu untuk belajar pada siapapun. Berusaha terus menulis menulis dan menulis. Ibu da...

Selengkapnya
Pawai Budaya

Pawai Budaya

Peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia sangat membahana. Seluruh penjuru negeri berlomba-lomba untuk mengadakan acara terbaik. Semua ditujukan sebagai wujud kecintaan pada tanah air dan rasa syukur atas rahmat Tuhan serta untuk mengenang dan memperkenkan para pahlawan yang telah menperjuangkan kemerdekaan pada generasi penerus bangsa ini.

Tak terkecuali di kampung kami. Pemerintah kecamatan setiap tahun mengadakan karnaval yang diberi nama pawai budaya. Pelaksanaan pawai budaya pada tanggal 17 Agustus jam 13.00 wib. Bukan tanpa alasan hal itu dilakukan. Yakni dengan minimnya peserta upacara pada acara penurunan bendera. Kala menaikan bendera. Upacara dilaksanakan pagi hari. Yang mana para peserta masih bersemangat. Sementara upacara penurunan bendera dilaksanakan pada sore hari. Yang mana masyarakat memilih untuk tidak menghadiri lagi.

Maka dari itu pemerinta Kecamatan Cempaga mengadakan pawai budaya. Selesai pawai budaya maka peserta pawai segera menyusun barisan dan mengikuti upacara penurunan bendera dengan khitmad.

Ups...

Kok jadi panjang ya?

Yang ingin saya tuliskan adalah rasa bangga dan terimakasih pada dede Hafidh (anak bungsu kami) dan bapaknya.

Yang mana pawai budaya tahun ini merupakan karnaval pertama bagi Hafidh. Sebagai ibunya saya bangga atas keikutsertaan Hafidh pada acara tersebut. Walau cuaca cukup panas tapi Hafidh dan teman-temannya sangat bersemangat mengikuti pawai budaya tersebut. Di bawah pimpinan ibu kepala sekolah TK Cempaka Putih. Anak-anak itu juga mengusing tema Bhineka Tunggal Ika. Regu pawai budaya atas nama TK cempaka putih di ikuti oleh 50 anak. Dengan kostum kesukaan anak. Ada yang menggunakan baju berbagai profesi dan ada juga yang menggunakan baju adat.

Rasa terimakasih juga saya persembahkan untuk suami tercinta yang tak lain adalah Bapak Hafidh. Yang telah dengan senang hati menggantikan saya untuk mendampingi buah hati kami. Saya tak bisa mendampingi Hafidh karena saya harus memimpin regu ibu-ibu yanag juga turut ambil bagian pada pawai budaya tersebut.

Entah nyambung atau tidak antara judul dan tulisan?🤔🤔

Cempaga

19 08 2018

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali